
Jakarta, Lembaga Kemanusiaan ADRA (Adventist Development and Relief Agency) membagikan bantuan tempat tinggal sementara (shelter kits) kepada 310 KK masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo hari ini (Senin, 21/9) khususnya di Kelurahan Mbay 1, Kelurahan Mbay 2, Desa Maropokot, Desa Nangadhero, dan Desa Tonggurambang.
Bantuan paket shelter kits tersebut merupakan bagian dari 800 paket bantuan yang rencananya akan didistribuskan ADRA di 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Aesesa, Kecamatan Wolowae dan Kecamatan Nangaroro. Adapun isi tiap paket bantuan tersebut terdiri dari 3 lembar terpal ukuran 4m x 6 meter, tali sepanjang 30 meter, paku 1,5 kg dan Palu masing-masing 1 buah.
Sebanyak 503 paket bantuan akan didistribusikan di Kecamatan Aesesa di Desa Aeramo, Maropokot, Nangadhero, Tonggurambang, Kelurahan Mbay 1, Kelurahan Mbay 2, Desa Nggolombay, Kelurahan Danga, dan Desa Waekokak. Kecamatan Wolowae mendapatkan bantuan sebanyak 199 KK yang tersebar di Desa Anakoli, Totomala, Tendatoto, Tendakinde dan Tendatoto. Sedangkan Kecamatan Nangaroro mendapatkan bantuan sebanyak 98 KK untuk desa Degalea, Riti, Wowutu, Woedoa, Wokowoe, dan Kelurahan Nangaroro.
Menurut ibu Widi, salah satu penerima bantuan dari Kelurahan Mbay 1, bantuan yang diberikan ADRA ini sangat disyukuri dan membantu melanjutkan kehidupan ditengah keterbatasan fasilitas karena sampai saat ini rumahnya belum bisa ditempati akibat rusak berat terdampak gempa.
“Dengan adanya bantuan terpal ini kami sangat berterimakasih kepada ADRA karena sekarang sudah mendekati musim hujan. Kami bisa tidur dengan tenang dengan tenda baru ini”, katanya.
Bantuan yang diberikan ADRA kepada masyarakat terdampak gempa tanggal 15 Agustus 2026 di Kabupaten Nagekeo ini berdasarkan beberapa kriteria, antara lain mereka yang rumahnya mengalami rusak berat dan sedang dan sampai saat ini rumahnya belum bisa ditinggali. Selain itu ADRA memrioritaskan penerima bantuan kepada keluarga yang ada ibu hamil dan menyusui, anak usia balita, lansia, penyandang disabilitas atau ada anggota keluarga yang mengalami sakit serius dan perlu penanganan khusus.
ADRA (Adventist Development and Relief Agency) beroperasi di lebih dari 120 di seluruh dunia dan berkantor pusat di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat. Di Indoensia ADRA mulai melaksanakan proyek pertamanya pada tahun 1981 melalui Proyek Kesehatan Ibu & Anak (Mother & Child Health Project). ADRA terus berkomitmen untuk melaksanakan beragam program pembangunan komunitas yang berfokus pada wanita dan anak-anak. Beberapa proyek ADRA antara lain proyek Kesehatan Ibu dan Anak dan Pertanian (Proyek MCHA), Kredit Mikro (SED dan Pemberdayaan Perempuan), Pencegahan HIV/AIDS, Konsultasi Pertanian, Sanitasi, Pendidikan, dan tanggap bencana di seluruh Indonesia.






