ADRA Indonesia Perkuat Komunikasi dan Jajaki Peluang Sinergi Pelayanan dengan Gereja di Minahasa Utara

ADRA Indonesia Perkuat Komunikasi dan Jajaki Peluang Sinergi Pelayanan dengan Gereja di Minahasa Utara

**Minahasa Utara, 24 Oktober 2026 — Dalam rangka mempererat komunikasi dan menjajaki peluang sinergi dalam pelayanan kemanusiaan, ADRA Indonesia, yang diwakili oleh Ralfie Maringka (ADRA Church Engagement), melakukan kunjungan ke kantor Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Misi Minahasa Utara dan Kota Bitung di Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Rabu (21/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ralfie berkesempatan bertemu dengan Pdt. Ruddie Frans, Sekretaris Eksekutif Daerah Misi, serta berbincang dengan Pdt. Larry Raranta, Ketua Daerah Misi Minahasa Utara dan Kota Bitung, mengenai berbagai peluang sinergi antara ADRA dan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat.

Percakapan ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi perkembangan program dan kegiatan kemanusiaan ADRA Indonesia, sekaligus melihat berbagai peluang sinergi dengan pelayanan gereja yang telah berjalan. Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Ralfie turut menyerahkan Annual Report ADRA Indonesia tahun 2024 dan 2025 yang memberikan gambaran mengenai berbagai program, pencapaian, dan kontribusi ADRA dalam pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah Disaster Ready Church (DRCh), sebuah program dari ADRA Asia Regional Office (ARO) yang dapat diadopsi gereja untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Melalui pendekatan ini, gereja dapat meningkatkan pemahaman mengenai risiko bencana, mengembangkan kapasitas jemaat, serta mempersiapkan diri untuk turut mendukung masyarakat dalam situasi darurat.

Percakapan juga menyentuh potensi pengembangan kapasitas generasi muda melalui sembilan Tanda Kepahaman ADRA dalam program Pathfinder**. Berbagai materi pembelajaran tersebut dapat menjadi sarana bagi anggota Pathfinder untuk mengenal kebutuhan dan tantangan masyarakat, memahami konsep pembangunan dan pengembangan masyarakat, serta mempelajari pengurangan risiko bencana dan pelayanan kemanusiaan. Pengetahuan dan keterampilan ini juga berpotensi menjadi bekal bagi pemuda untuk mengambil peran sebagai fasilitator dalam kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Menanggapi berbagai peluang tersebut, Pdt. Larry Raranta menyarankan agar ADRA dapat menjalin komunikasi lebih lanjut dengan departemen-departemen terkait di Daerah Misi, termasuk Departemen Pemuda, untuk menjajaki kemungkinan sinergi dengan kegiatan pembinaan dan pelayanan gereja.

Selain kunjungan ke kantor Daerah Misi, ADRA Indonesia juga berkesempatan memperkenalkan pelayanan kemanusiaannya secara langsung kepada jemaat Taman Harapan Kaasar pada Sabtu (24/10/2026).

Atas undangan gereja setempat, Ralfie Maringka mendapat kesempatan untuk berbicara di hadapan jemaat dan berbagi informasi mengenai ADRA Indonesia serta berbagai bentuk pelayanan kemanusiaan yang dilakukan untuk mendukung masyarakat. Kesempatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih dekat karya ADRA dan bagaimana pelayanan kemanusiaan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya ADRA Indonesia untuk terus membangun komunikasi dengan gereja, baik di tingkat kepemimpinan maupun jemaat, serta mengidentifikasi peluang sinergi yang dapat saling melengkapi dan memperkuat pelayanan kemanusiaan yang telah berjalan.

Melalui komunikasi dan hubungan yang terus dibangun, ADRA Indonesia berharap berbagai sumber daya, pengalaman, dan program yang dimiliki ADRA maupun gereja dapat saling mendukung dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Berita terkait lainnya

en_US