Kacang panjang, Semangka dan Tomat

Pasca gempa dan likuifaksi yang melanda Desa Jonooge, Sulawesi Tengah, Pak Seno berjuang keras untuk menafkahi keluarganya. Seperti orang lain di desa Jonooge, dia hanya bisa bekerja serabutan untuk bertahan hidup. Dia tidak tahu berapa lama dia harus tetap seperti ini. Bencana alam hampir tidak menyisakan apa-apa bagi mereka.

Baru-baru ini, ADRA menyelesaikan pelaksanaan program tahun pertama untuk memulihkan mata pencaharian penduduk yang terkena dampak di Palu, Sulawesi Tengah. Proyek ini disebut “CFBG REAF: Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pemulihan Mata Pencaharian untuk Petani yang Terkena Dampak Gempa di Sulawesi Tengah, Indonesia,” yang didanai oleh Canadian Food-grain Bank (CFGB).
Nama lokal proyek tersebut adalah “Program Ketahanan Pangan melalui Pengembalian Mata Pencaharian Masyarakat”

Pak Seno dengan tomatnya

Pada Oktober 2019, tim CFGB REAF menetapkan bahwa Pak Seno akan menjadi salah satu penerima manfaat proyek ini. Pak Seno kemudian mengikuti Sekolah Lapangan Petani yang diselenggarakan oleh proyek budidaya cabai dan tomat. Ia juga mendapat masukan pertanian, seperti benih cabai dan tomat, pupuk, dan pestisida yang direkomendasikan oleh BPTP (Pusat Pengembangan Teknologi Pertanian). Ia belajar banyak dari Farmers Field School ini, bagaimana menanam dan mengelola cabai, tomat, dan sayuran lainnya. Hebatnya setelah tiga bulan ditanam, tanaman itu tumbuh dengan baik, dan dia berhasil memanen tomat dan kacang panjang pertamanya.

Sekarang Pak Seno dan istrinya menghabiskan waktu memanen kacang panjang dan tomat di lokasi percontohan proyek. Dari budidaya ini, dia bisa mendapatkan 2 juta rupiah per bulan. “Hidup saya sudah kembali sejak ADRA datang, terima kasih kepada ADRA,” ucapnya gembira.

Selain modal pertanian, REAF-CFGB juga membantu kelompok tani memasang tiga pompa submersible yang bekerja dengan baik. Pada panen pertama, Pak Seno menerima 1.960 tandan kacang panjang dan 1 ton tomat. Penghasilan bersih dari panen pertama termasuk semangka, tomat, dan kacang panjang adalah Rp. 11,3 juta.

Dia dapat menghidupi kebutuhan primer keluarganya dari pendapatan ini, dan sebagian dia investasikan untuk persiapan penanaman berikutnya (benih, pupuk, dan peralatan).
 
 “Saya sangat berterima kasih kepada ADRA karena telah membuat perubahan yang luar biasa dalam hidup saya dan keluarga saya,” Seno Hadi menutup kesaksiannya.

S H A R E:

id_IDIndonesian