ADRA Indonesia ke GMAHK Thamrin

ADRA Indonesia Ajarkan Tanda Kepahaman Disaster Response Basic kepada Calon Master Guide di GMAHK Thamrin City

Pada Sabtu, 4 Mei 2026, ADRA Indonesia memenuhi undangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Thamrin City untuk mengajar Tanda Kepahaman Disaster Response Basic kepada peserta CMG (Candidate Master Guide atau calon Master Guide).

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di kalangan pemimpin muda gereja melalui pendidikan berbasis pelayanan dan kemanusiaan. Tanda kepahaman ini dikembangkan oleh ADRA dan General Conference Youth Ministries untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai respon bencana, kesiapsiagaan komunitas, serta peran gereja dalam situasi darurat.

Sebagai calon pemimpin pelayanan pemuda di gereja, Master Guide memiliki peran penting dalam pembinaan rohani, pengembangan karakter, kepemimpinan, serta pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pembelajaran mengenai kesiapsiagaan dan respon bencana menjadi bagian yang relevan untuk membangun jiwa pelayanan dan kepedulian sosial di tengah komunitas.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari berbagai topik dasar seperti jenis-jenis bencana, dampaknya terhadap masyarakat, prinsip kesiapsiagaan, respon awal saat keadaan darurat, serta pentingnya koordinasi dan pelayanan kemanusiaan dalam situasi krisis. Peserta juga diajak memahami bagaimana komunitas gereja dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengenalan program Disaster Ready Church, sebuah inisiatif global ADRA yang mendorong gereja untuk membangun budaya kesiapsiagaan berbasis komunitas melalui pendekatan “My Church, My Community, My Team, My Response.”

ADRA sendiri memiliki beberapa Tanda Kepahaman yang dirancang untuk memperlengkapi generasi muda gereja dengan nilai pelayanan kemanusiaan, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial maupun bencana. Melalui pendekatan ini, pemuda gereja diharapkan tidak hanya bertumbuh secara spiritual, tetapi juga siap menjadi pribadi yang responsif dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan partisipasi aktif dari para peserta CMG yang menunjukkan antusiasme dalam mempelajari prinsip-prinsip dasar kesiapsiagaan dan pelayanan kemanusiaan.

Berita terkait lainnya

id_IDIndonesian