ADRA Indonesia di GMAHK Kebayoran

ADRA Indonesia Perkenalkan Program Disaster Ready Church di Kebayoran Baru

ADRA Indonesia melalui program Disaster Ready Church mengadakan sesi pengenalan program dalam acara PA di Kebayoran Baru sebagai langkah awal membangun kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas gereja.

Program Disaster Ready Church merupakan salah satu inisiatif global ADRA yang bertujuan membantu komunitas gereja membangun kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan situasi darurat melalui pendekatan berbasis komunitas. Program ini membawa semangat melalui slogan: “My Church, My Community, My Team, My Response.”

Kegiatan ini dihadiri oleh pendeta jemaat, tua-tua jemaat, anggota Master Guide, serta Pathfinder yang bersama-sama mengikuti pemaparan mengenai pentingnya kesiapan gereja dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana.

Sebagai negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, gempa bumi, kebakaran, dan cuaca ekstrem, Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam membangun budaya siap siaga. Melalui program Disaster Ready Church, ADRA Indonesia mendorong gereja untuk menjadi komunitas yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap memberikan dukungan dan respon bagi masyarakat sekitar ketika terjadi krisis.

Kunjungan ini merupakan tahap perkenalan program Disaster Ready Church kepada komunitas gereja. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar kesiapsiagaan bencana, pentingnya koordinasi komunitas, serta perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam gereja untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang efektif.

Program ini dirancang untuk melibatkan banyak unsur pelayanan gereja, termasuk pemimpin jemaat, departemen gereja, kaum muda, Pathfinder, Master Guide, hingga anggota jemaat secara umum. Kolaborasi multipihak dinilai penting agar gereja dapat memiliki respon yang lebih terorganisir dan siap ketika menghadapi situasi darurat.

“Disaster Ready Church merupakan program ADRA yang bertujuan membantu gereja membangun budaya kesiapsiagaan secara bersama-sama. Kesiapan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh komunitas gereja,” ujar perwakilan ADRA Indonesia.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme peserta terhadap pentingnya kesiapsiagaan berbasis komunitas gereja.

Berita terkait lainnya

id_IDIndonesian