Dari Petani menjadi Advokat

Soleman Dethan (69), petani asal Desa Noelbaki, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Setelah menerima tiga dosis vaksin Covid-19, memulai misi ketika virus mulai menyebar dan pemerintah mendesak semua orang untuk divaksinasi. Namun, banyak orang yang ragu karena beredarnya berita palsu.

Soleman menyadari bahwa virus menjadi ancaman yang lebih besar bagi kelompok rentan. Bertekad untuk membuat perbedaan, dia memutuskan untuk belajar tentang Covid-19. Setelah memiliki bekal ilmu, ia berupaya memotivasi individu yang rentan untuk dites dan divaksinasi di puskesmas.

Dia memilih untuk memimpin dengan memberi contoh dan divaksinasi, menunjukkan bahwa vaksin aman untuk kelompok rentan. Soleman melakukan berbagai pendekatan, berkolaborasi dengan institusi, kepolisian, dan Puskesmas. Ia bahkan menggunakan platform Radio Kupang untuk mengimbau masyarakat agar tidak percaya hoaks, melainkan kepada pemerintah dan tokoh agama. Selain itu, selama pertemuan adat, pernikahan, atau pemakaman, ia secara pribadi membagikan ilmunya.

Soleman mengucapkan terima kasih kepada ADRA yang telah mengimplementasikan Program Pulih Bersama yang sangat membantu meningkatkan pemahaman tentang upaya mitigasi pandemi Covid-19 di desanya.

“Terima kasih ADRA telah mengimplementasikan proyek Pulih Bersama, proyek ini sangat membantu meningkatkan pemahaman tentang upaya mitigasi pandemi Covid-19 di desa kami.”

Berita terkait lainnya

id_IDIndonesian