Vaksin Covid-19 untuk Lansia

Tersia Teuf, 68 tahun, atau dikenal sebagai Bunda Tersia, merupakan seorang petani. Ia baru saja menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, saat peluncuran vaksin Covid-19 di Nusa Tenggara Timur. Beliau merasa lega dan berkata, "Ini hanya sebuah suntikan; mengapa kita harus takut?"

Oebesi adalah sebuah desa kecil yang terletak sekitar dua jam perjalanan dari ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Umumnya masyarakat tidak menolak pelayanan kesehatan apapun, namun sudah lama menolak untuk divaksinasi Covid-19 karena merasa takut dengan adanya rumor dan mitos yang beredar di masyarakat. Terlebih jarak untuk menjangkau layanan kesehatan agar dapat divaksin jauh dari lokasi mereka. Masyarakat juga merasa bahwa vaksin hanya bermanfaat bagi kaum muda; sedangkan lansia tidak perlu divaksinasi karena usianya yang sudah lanjut. Akibatnya, para lansia enggan untuk divaksinasi dan lebih memilih pergi ke ladang untuk bertani, hingga tim vaksinasi (yang terdiri dari GMIT dan Tim Community Health Center yang didukung oleh Australian Humanitarian Partnership (AHP)) mengunjungi mereka pada Juni 2022.

Ibu Tersia mengalami sakit kepala, batuk, dan pilek yang berlangsung lama; tidak berbeda dengan lansia lainnya, dia juga menganggap vaksin tidak perlu bagi mereka. Setiap hari, dia hanya fokus pergi ke ladang untuk merawat tanaman palawija yang ia tanam. Suatu hari, kepala desa mengatakan ada diskusi interaktif tentang pesan Covid-19 yang didukung oleh acara vaksinasi lokal yang diselenggarakan oleh GMIT dan Tim Puskesmas sebelum divaksinasi. “Saya tertarik untuk datang dan bergabung dengan mereka.”

“Saya menghabiskan hari itu bersama tim vaksinasi di masyarakat. Itu pertama kali saya mendapat informasi tentang Covid-19, vaksinnya, bahkan efek samping setelah divaksinasi dan cara penanganannya. Vaksin itu sangat penting untuk lansia, terutama untuk orang yang rentan." kata ibu Tersia.

Dengan semangat, ia menambahkan, “Setelah divaksinasi, saya mengalami demam selama dua hari. Tapi, saya tidak terkejut karena Tim Puskesmas sudah menjelaskan tentang efek samping vaksin. Saya minum obat yang saya dapatkan dari petugas kesehatan. Sekarang, saya merasa lebih baik dan tidak merasakan sakit yang lebih dari yang biasanya saya derita."

S H A R E:

id_IDIndonesian