Wanita Tangguh

Pada hari Jumat, 23 September 2022, tim ADRA yang bermitra dengan Pertuni dalam acara vaksinasi Pulih Bersama mengunjungi diskusi interaktif dan kegiatan vaksinasi di Tuban – Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memvaksinasi orang-orang yang memenuhi syarat yang rentan terhadap Covid-19, termasuk lansia, penyandang disabilitas, memiliki komorbid, dan ibu hamil. Kami juga menampilkan sosok perempuan buta inspiratif dari desa di Kecamatan Tuban. Meskipun menghadapi kesulitan besar karena pandemi, dia adalah salah satu wanita yang benar-benar luar biasa yang telah mengatasi ketidakmampuannya untuk tetap sehat dan produktif, menghasilkan uang untuk menopang keluarganya.

Yuli Sunarti, wanita berusia 50 tahun, merupakan seorang tukang pijat yang lahir tanpa penglihatan; Meski memiliki keterbatasan fisik, Yuli adalah wanita mandiri, ia membagikan pengalamannya di tengah pandemi. Kebanyakan orang tinggal di rumah ketika seluruh dunia merasakan dampak pandemi. Namun, iia tidak punya pilihan lain dan harus bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarga.

Meskipun pandemi telah mengurangi pergerakannya, dia tetap berusaha menjangkau mereka yang membutuhkan pijatan dalam berbagai situasi. Ia menjelaskan, “Sebelum pandemi, saya mendapat sekitar 6-8 pelanggan setiap hari. Namun, pelanggan menurun drastis selama pandemi, hanya sekitar 2 atau 4 pelanggan.” Setiap hari, Yuli berusaha mendapatkan pelanggan dengan aktif mempromosikan menerima pijat melalui Whatsapp meskipun keluarganya melarang keluar rumah mengingat kasus Covid-19 yang sangat tinggi. Suaminya tidak memiliki pekerjaan sejak enam tahun lalu sedang adik Yuli membutuhkan uang untuk pengobatan penyakit. “Untuk menambah penghasilan rumah tangga, saya harus bekerja setiap hari”, ujarnya.

“Saya tidak ragu untuk keluar atau merasa khawatir dan takut tertular virus Covid-19. Kekuatan saya untuk tidak putus asa di masa yang penuh tantangan ini adalah saya percaya Tuhan melindungi dan membimbing saya.” Moto Yuli ialah keluar sehat dan kembali ke rumah, jadi ia harus sehat dan aman. Yuli datang ke rumah pelanggannya dengan harapan dan memastikan bahwa mereka tidak khawatir dengannya. Kepercayaan para pelanggan merupakan pujian yang sangat berharga baginya. Yuli bersukacita bisa membantu orang lain.

Untuk mengurangi risiko terpapar virus Covid-19, ia dengan antusias mengatakan, “Saya selalu memakai masker dan menggunakan hand sanitizer. Sesampainya di rumah, saya langsung mandi, termasuk mencuci rambut dan pakaian. Saya merawat tubuh saya dengan istirahat yang cukup, makan yang bergizi, dan minum vitamin.” Yuli mencari informasi secara aktif untuk segera mendapatkan vaksinasi, baik di Puskesmas maupun kantor desa. Namun, hal tersebut tidak mudah karena terbatasnya vaksin untuk penyandang disabilitas. Ia sangat senang ketika akhirnya divaksinasi dan tidak mengalami efek samping setelah dosis pertama dan kedua.

Ia melanjutkan, “Setelah berbulan-bulan mencari layanan vaksinasi untuk disabilitas, akhirnya hari ini, saya mengambil suntikan vaksin booster di acara vaksinasi yang diselenggarakan oleh ADRA bekerja sama dengan DANRAMIL, PERTUNI, dan Puskesmas.” Yuli memberi tahu saudara perempuannya dan dia bertanya kepada Yuli, "Apakah kamu bahagia sekarang"? "Tentu saja! Saya puas, bersyukur dan lega memiliki perlindungan tambahan dari virus covid-19, sehingga saya dapat melindungi tidak hanya diri saya sendiri tetapi juga keluarga dan orang lain dan bisa terus membantu orang lain melalui pekerjaan saya. Sekarang, saya lebih percaya diri untuk aktif di luar."

Yuli Sunarti hanyalah salah satu dari sekian banyak anggota komunitas difabel yang menjadi fokus acara vaksinasi Covid-19 Program Pulih Bersama. Ia diundang oleh relawan ADRA yang terlibat dalam acara Vaksinasi Pulih Bersama dan menerima vaksin Covid-19 dosis ketiga sebagai bagian dari acara Vaksinasi Pulih Bersama yang didukung oleh AHP (Australian Humanitarian Partnership).

“Terima kasih atas acara ini! Saya harap saya dapat mendorong orang lain untuk divaksinasi dengan membagikan kisah vaksinasi saya,” ujar Yuli bersemangat.

S H A R E:

id_IDIndonesian