Ibu Mina, "Saya senang divaksinasi."

Yakomina Sayuna (71 tahun) atau biasa dipanggil Ibu Mina, adalah seorang petani jagung dari Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Nusa Tenggara Timur. Dia memiliki enam anak; semuanya sudah menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing, dan Ibu Mina tinggal sendiri. Setiap hari, ia pergi ke ladang untuk menanam jagung, kacang-kacangan, dan tanaman palawija lainnya. Selama dua tahun terakhir; Ibu Mina memiliki riwayat kesehatan hipertensi dan diabetes, sehingga anak-anaknya takut meminta ibunya untuk divaksinasi. Apalagi ada rumor bahwa vaksin bisa membunuh lansia dengan penyakit komorbid.

Pada tahun 2021, Ibu Mina menerima vaksin dosis pertama Sayangnya, dia melewatkan dosis kedua karena sakit dan tidak ada yang mengingatkannya, sehingga vaksin tahap satu dinyatakan tidak berlaku. Pada tanggal 3 Juni 2022, vaksinasi Covid-19 berhasil dilakukan di antara suku-suku di balai desa di Desa Oebesi, yang diselenggarakan oleh ADRA, GMIT, dan Pusat Kesehatan Masyarakat dengan dukungan dari Australian Humanitarian Partnership. Ibu Mina menderita hipertensi dan diabetes, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk divaksinasi.

Ibu Mina berkata, "Kita memiliki vaksin yang aman dan efektif, dan vaksin Covid-19 membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat. Pemerintah tidak memberikan vaksin untuk membahayakan orang, melainkan berfokus pada keselamatan semua komunitas terhadap penyakit.”

Dia menambahkan, “Covid-19 masih ada di luar sana, jadi kita perlu merespons dengan tepat; jika saya harus divaksinasi sampai berapa kali, saya akan mendapatkan vaksin untuk melindungi diri saya sendiri. Saya percaya penting bagi semua orang di masyarakat untuk divaksinasi karena melawan virus ini. Semua orang di komunitas kami harus melakukan bagian mereka untuk membantu menghilangkannya."

S H A R E:

id_IDIndonesian