Kaji cepat kebutuhan

Sehari setelah gempa utama berkekuatan 6,2 SR melanda Sulawesi Barat, ADRA segera menurunkan tim tanggap daruratnya, Pak Ayang dan Pak Jimmy, untuk melakukan kaji kebutuhan cepat. ADRA memutuskan untuk menurunkan timnya dari Palu, Sulawesi Tengah. Penilaian kebutuhan secara cepat sangat penting dalam tahap ini untuk mengetahui kebutuhan para survivor.

Setelah 12 jam berkendara, mereka tiba dengan selamat di area bencana. Mereka melaporkan bahwa di sepanjang jalan memasuki daerah bencana, mereka melihat banyak orang telah mendirikan tenda darurat di pinggir jalan dan mengharapkan bantuan dari setiap mobil yang lewat. Bahkan penjarahan mobil bantuan telah terjadi. Para penyintas tidak berani kembali ke rumah masing-masing. Selain sebagian rumahnya hancur, mereka juga khawatir gempa susulan yang lebih besar bisa memicu tsunami. 

On the other side, the joint SAR team from the government, police, and Army, and other organizations tried to help those still trapped in the building’s rubble.

Setelah bertemu dan berkoordinasi dengan pemerintah dan organisasi saat itu, Tim ADRA melanjutkan kaji kebutuhan cepat dengan mengunjungi beberapa kamp pengungsian sementara.

Melalui metode wawancara, Tim ADRA menemukan bahwa kebutuhan terbesar pengungsi adalah tenda darurat untuk bernaung, selimut, makanan siap saji, obat-obatan, air minum, perlengkapan kebersihan, dan dukungan psikologis.

ADRA memutuskan untuk memberi mereka perlengkapan tempat tinggal, makanan, dan perlengkapan kebersihan berdasarkan data yang dikumpulkan.

Donasi anda membuat perbedaan! Ayo bantu korban gempa di Sulawesi Barat. Melalui ADRA, Anda dapat menyediakan perlengkapan tempat tinggal, makanan, dan perlengkapan kebersihan untuk mereka. Terima kasih.

S H A R E:

id_IDIndonesian