Empat Hari Menunggu Bantuan di Perbukitan Lengkosambi

BANTUAN MENJANGKAU LENGKOSAMBI

Empat hari setelah gempa mengguncang wilayah Flores, sebagian warga di sekitar perbukitan Lengkosambi masih bertahan dengan kondisi yang serba terbatas.
Rumah-rumah mereka mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat. Sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah dan berkumpul di lokasi-lokasi yang dianggap lebih aman. Namun, karena berada di kawasan perbukitan dan cukup jauh dari akses utama, tidak semua wilayah dapat segera dijangkau oleh bantuan.
“Di Lengkosambi ada dua titik yang sampai hari keempat belum tersentuh bantuan,” ujar Alfen E. Betty, seorang pendeta muda yang melayani masyarakat di wilayah tersebut.
Sebelum bantuan Advent Peduli datang, beberapa warga memang sudah menerima bantuan dari orang-orang secara pribadi. Namun jumlahnya masih terbatas dan belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kedatangan bantuan ke tiga titik pelayanan disambut dengan rasa syukur.
“Warga sangat berterima kasih karena bantuan ini datang ketika mereka memang sangat membutuhkan,” kata Alfen.
Di wilayah lengkosambi, misalnya, banyak keluarga yang berasal dari kawasan pantai dan rumahnya terdampak gempa. Mereka kini tinggal sementara di sekitar lokasi yang lebih aman, dengan menggunakan tenda dan tempat perlindungan sederhana.
Bagi mereka, terpal menjadi salah satu kebutuhan penting. Terpal dapat digunakan sebagai tempat berlindung sementara, terutama bagi keluarga yang rumahnya sudah tidak aman untuk ditempati.
Kebutuhan lain yang tidak kalah mendesak adalah pangan dan air bersih.
Saat pembagian sembako dilakukan di Markopot, warga juga mendapatkan dukungan air bersih dari Brimob. Air menjadi persoalan penting karena sumber air yang biasa digunakan masyarakat menjadi keruh setelah gempa. Bagi warga yang tinggal lebih jauh di kawasan perbukitan, mendapatkan air bersih menjadi semakin sulit.
Kebutuhan masyarakat juga tidak berhenti pada pangan dan tempat berlindung. Warga lanjut usia, misalnya, membutuhkan dukungan kesehatan dan obat-obatan.
“Yang kami lihat, dampaknya cukup merata. Ada rumah yang rusak sedang, ada yang rusak berat. Kebutuhan mendesak mereka terutama sembako, air bersih, dan kebutuhan kesehatan,” jelas Alfen.
Bagi Alfen, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di pusat wilayah terdampak. Di tempat-tempat yang jauh dan sulit dijangkau, warga juga sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan paling dasar.
Kehadiran bantuan Advent Peduli menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka.
Bukan hanya karena bantuan yang dibawa, tetapi karena setelah beberapa hari menunggu, akhirnya ada yang datang untuk melihat dan membantu mereka secara langsung.
Di tengah situasi bencana, terkadang yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan, tetapi kepastian bahwa mereka tidak dilupakan.

Berita terkait lainnya

id_ID