{"id":27301,"date":"2026-05-11T14:55:49","date_gmt":"2026-05-11T07:55:49","guid":{"rendered":"https:\/\/adraindonesia.org\/?p=27301"},"modified":"2026-05-11T14:55:51","modified_gmt":"2026-05-11T07:55:51","slug":"speak-lord-1-800-pathfinder-region-1-belajar-pelayanan-lewat-adra-honors","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/speak-lord-1-800-pathfinder-region-1-belajar-pelayanan-lewat-adra-honors\/","title":{"rendered":"Speak Lord: 1.800 Pathfinder Region 1 Belajar Pelayanan Lewat ADRA Honors"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sulawesi Utara | 27 April \u2013 2 Mei 2026 \u2014 Tenda berbaris rapi, suara peluit, dan teriakan \u201cSpeak Lord!\u201d menggema di lapangan perkemahan selama enam hari penuh. Sekitar 1.800 pelajar dari sekolah-sekolah Advent di Region 1 \u2014 Minahasa Utara, Manado, Maluku Utara, Minahasa, Bolaang Mongondow Raya, dan Nusa Utara \u2014 berkumpul dalam Education Pathfinder Camporee yang digelar oleh East Indonesia Union Conference (EIUC) di kampus Universitas Klabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Camporee secara resmi dibuka oleh Pdt. Ronald Rantung selaku Ketua UNI Timur, didampingi Pdt. Pierson Doringin dan Pdt. Larry Raranta. Pembukaan juga dihadiri oleh Felly Estelita Runtuwene Ketua Komisi IX DPR RI sebagai perwakilan pemerintah setempat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27305\" srcset=\"https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n-300x200.jpeg 300w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n-768x512.jpeg 768w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n-18x12.jpeg 18w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/682368875_1646650739906639_6094473841149662920_n.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Mengangkat tema \u201cSpeak Lord\u201d, perkemahan ini bukan sekadar ajang berkemah. Pathfinder Club adalah program kepemudaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk anak usia 10\u201315 tahun yang menggabungkan petualangan, pelayanan masyarakat, dan pertumbuhan rohani. Camporee menjadi puncak setahun kerja keras klub: aktivitas bersama antar institusi, kenaikan kelas Pathfinder, pelantikan Master Guide (MG), dan \u2014 yang paling dinanti \u2014 perburuan tanda kepahaman (honors).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">20 Tanda Kepahaman, 4 dari ADRA<\/h3>\n\n\n\n<p>Dari 20 tanda kepahaman yang dibuka di camporee kali ini, empat di antaranya datang dari ADRA Indonesia: Community Assessment, Community Services, Community Development, dan Disaster Response (Basic). Tiga honor pertama berakar pada keterampilan pengembangan masyarakat \u2014 mulai dari memetakan kebutuhan komunitas, melayani, hingga merancang program pengembangan. Sementara Disaster Response membekali peserta dengan dasar-dasar tanggap bencana, satu keterampilan yang sangat relevan untuk konteks kebencanaan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap tanda kepahaman dirancang sebagai mata pelajaran praktis yang berdampak langsung pada gaya hidup dan perkembangan peserta \u2014 dari sisi sosial, emosional, fisik, hingga spiritual. ADRA Honors sendiri punya posisi khusus: dikembangkan oleh ADRA \u2014 Adventist Development and Relief Agency \u2014 dan disetujui oleh General Conference khusus untuk Pathfinder di luar Amerika Utara. Tujuannya sederhana tapi serius: anak muda Advent tidak hanya tahu tentang kasih, mereka belajar mempraktikkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Delapan Fasilitator, Latar Belakang Lapangan<\/h3>\n\n\n\n<p>ADRA Indonesia menerjunkan delapan fasilitator untuk mengajar empat kelas tersebut. Sebagian besar berlatar belakang sebagai pekerja community development, dosen, dan penggiat pelayanan masyarakat \u2014 dan hampir semuanya adalah Master Guide. Mereka datang membawa alat peraga, materi yang sudah disiapkan matang, plus cerita lapangan dari pekerjaan ADRA di berbagai wilayah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah ADRA, peran lembaga dalam respons bencana dan pembangunan komunitas, hingga bagaimana seorang Pathfinder bisa terlibat dalam pelayanan nyata \u2014 semuanya disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna pelajar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Belajar Berlanjut di Sekolah Masing-Masing<\/h3>\n\n\n\n<p>Dari empat tanda kepahaman ADRA, satu di antaranya \u2014 Disaster Response (Basic) \u2014 diselesaikan langsung di kelas selama camporee, sehingga peserta menerima tanda kepahaman tersebut di lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, tiga tanda kepahaman lainnya \u2014 Community Assessment, Community Services, dan Community Development \u2014 memerlukan tahap lanjutan. Setiap sekolah membawa pulang tugas berupa proyek nyata yang harus dilaksanakan di komunitasnya, di bawah bimbingan guru-guru pendamping di sekolah masing-masing. Setelah proyek tuntas dilaksanakan, peserta berhak menerima ketiga tanda kepahaman tersebut. Tim Community Service tercatat sebagai tim yang paling siap menjalankan tugas lanjutan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ini sejalan dengan tujuan ADRA Honors: membekali peserta dengan keterampilan yang langsung dipraktikkan di komunitas masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Catatan Menuju Camporee Berikutnya<\/h3>\n\n\n\n<p>Panitia mencatat bahwa perencanaan dan koordinasi harian masih bisa ditingkatkan untuk perhelatan berikutnya. Tapi yang jauh lebih penting telah tercapai: 1.800 anak muda pulang membawa lebih dari sekadar foto kemping dan patch baru di seragam. Mereka pulang dengan tugas \u2014 dan dengan pemahaman bahwa pelayanan kemanusiaan dimulai dari hal-hal sederhana yang mereka kerjakan di kampung halaman sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSpeak Lord\u201d \u2014 dan generasi ini sedang belajar untuk mendengarkan, lalu bergerak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n.jpeg\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27304\" srcset=\"https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n-300x169.jpeg 300w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n-768x432.jpeg 768w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n-18x10.jpeg 18w, https:\/\/adraindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/684675711_1646650773239969_4439234750019840808_n.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sulawesi Utara | 27 April \u2013 2 Mei 2026 \u2014 Tenda berbaris rapi, suara peluit, dan teriakan \u201cSpeak Lord!\u201d menggema di lapangan perkemahan selama enam hari penuh. Sekitar 1.800 pelajar dari sekolah-sekolah Advent di Region 1 \u2014 Minahasa Utara, Manado, Maluku Utara, Minahasa, Bolaang Mongondow Raya, dan Nusa Utara \u2014 berkumpul dalam Education Pathfinder Camporee [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":27303,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[356,338],"tags":[328],"class_list":["post-27301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-disaster-ready-church","category-news","tag-recomended"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27301"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27306,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27301\/revisions\/27306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adraindonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}