ADRA logo
Search
Close this search box.
Yesus Kristus Memikul salib

Menggali Makna Mendalam Hari Jumat Agung: Kasih Karunia dan Pengorbanan Ilahi

Hari Jumat Agung adalah puncak dari kisah penyelamatan yang penuh kasih karunia dari Allah kepada umat manusia. Dalam peristiwa yang mengguncang bumi dan langit, kita menyaksikan pengorbanan yang tiada tara: Allah yang Mahakuasa memilih untuk mengorbankan Anak-Nya, Yesus Kristus, demi penebusan dosa-dosa kita. Tetapi, di balik pengorbanan itu, terdapat makna yang lebih dalam tentang bagaimana Allah melihat kita sebagai manusia yang penuh dengan dosa, tetapi tetap memilih untuk menyelamatkan kita.

Saat kita merenungkan dosa-dosa kita yang telah menjauhkan kita dari kekudusan Allah, kita menyadari bahwa dalam pandangan-Nya, kita tidak layak untuk menerima kasih-Nya yang suci. Kita, dengan segala kelemahan dan kekurangan kita, tidak dapat menuntut hak untuk menerima keselamatan. Namun, itulah keagungan kasih karunia Allah: Dia memilih untuk memperlihatkan kasih-Nya yang tak terhingga kepada kita, meskipun kita tidak pantas menerimanya.

Pengorbanan Yesus Kristus pada Jumat Agung adalah manifestasi tertinggi dari kasih karunia dan keadilan Allah. Yesus, yang suci dan tanpa dosa, rela mengorbankan hidup-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Dalam saat-saat yang menyayat hati itu, kita menyaksikan betapa dalamnya kasih Allah kepada umat manusia. Dia tidak hanya memberikan Anak-Nya sebagai korban, tetapi juga menanggung siksaan dan kematian yang seharusnya kita terima.

Namun, pengorbanan itu tidak berakhir dengan kematian Yesus. Pada hari ketiga, Dia bangkit dari kematian, membuktikan kekuatan-Nya atas dosa dan kematian. Kebangkitan-Nya adalah janji bagi kita semua bahwa dosa telah dikalahkan dan keselamatan tersedia bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya.

Menggali makna mendalam dari Hari Jumat Agung memang menghadirkan tantangan bagi kita sebagai umat Kristen. Bagaimana kita merespons kasih yang luar biasa dari Allah ini? Bagaimana kita hidup sebagai orang yang telah ditebus oleh darah Yesus Kristus? Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak kita untuk memperdalam iman dan pengabdian kita kepada-Nya.

Mungkin, jawabannya terletak dalam bagaimana kita menyikapi kasih karunia ini dalam kehidupan sehari-hari. Kita dipanggil untuk hidup dalam pengampunan dan kasih, mengampuni seperti kita telah diampuni, mengasihi seperti kita telah dikasihi. Hari Jumat Agung mengajarkan kita untuk hidup dalam pengharapan akan kebangkitan dan kehidupan yang baru dalam Kristus.

Sebagai umat Kristen, marilah kita merayakan Hari Jumat Agung bukan hanya dengan ibadah dan perayaan, tetapi juga dengan refleksi yang mendalam tentang makna dan implikasi dari pengorbanan yang besar ini. Marilah kita hidup sebagai saksi-saksi kasih karunia Allah di dunia ini, menerangi kegelapan dengan terang Kristus.

Dalam penutup, marilah kita merenungkan kata-kata Yesus dalam Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Semoga kasih yang luar biasa ini senantiasa mengilhami dan membimbing langkah-langkah kita dalam hidup kita yang singkat ini. Amin.

Berita terkait lainnya

en_USEnglish